Skip to main content

Order Sekarang. Klik WhatsApp Kami

Silahkan order langsung via tombol Whatapps dan SMS di bawah ini, kami akan langsung merespond pesanan Anda. Gambar Kirim ke WhatsApp Kami 085214010116 Kalau susah di Telpn mohon WA saja pasti di balas. Sebutkan Nama :, Alamat :, Nama Barang :, Ukuran:

WhatsApp Sekarang SMS Sekarang

Macam – Macam Bahan Atap Rumah yang Harus Anda Ketahui

Atap merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah rumah atau bangunan. Tentunya bagian tersebut yang akan menjadi pelindung para penghuni rumah dari perubahan cuaca (panas dan hujan) atau pun kondisi lainnya. Oleh karenanya pemilihan jenis atap rumah yang akan di alikasikan sangatlah penting guna menunjang kenyamanan saat berada di dalam rumah.
6 Macam Bahan Atap Rumah

1. Atap Bahan Sirap / Kayu Ulin Kayu ulin juga dikenal dengan nama kayu besi yang merupakan kayu produksi dari daerah Kalimantan. Jenis kayu ini memiliki kesan yang sangat alami dan memiliki kualitas yang sangat bagus sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu ini dapat bertahan selama berpuluh – puluh tahun dan sangat kuat terhadap perubahan kondisi cuaca.

Banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan kayu ulin sebagai atap rumah atau bangunan kontemporer lainnya. Atap rumah atau bangunan yang menggunakan kayu ulin akan terlihat lebih hidup dan sangat natural dengan tingkat sirkulasi udara yang lebih tinggi dari jenis atap rumah dari bahan lainnya.

Umumnya, atap rumah atau bangunan kontemporer yang menggunakan kayu ulin akan berbentuk panjang dengan model segitiga di bagian ujung. Namun, penggunaan kayu ulin sebagai atap rumah memiliki resiko kebakaran yang lebih besar dan untuk mendapatkan kayu ulin pun tidak lah mudah. Jenis kayu ini sudah sangat langka dan memiliki harga jual yang sangat tinggi. Tetapi, jika ingin mendapatkan sebuah kualitas atap rumah dari bahan kayu alam dengan kualitas tinggi yang akan memberikan tingkat sirkulasi udara yang sangat baik, tidak ada salahnya untuk menggunakan jenis kayu ini.

2. Genteng Tanah Liat Atap rumah dengan bahan dasar genteng tanah liat paling banyak digunakan oleh masyrakat Indonesia. Selain biaya yang rendah, genteng tanah liat juga dikenal sebagai atap umah yang kuat dan memiliki sistem interlock (saling mengikat) yang akan membuatnya tahan lama dan kuat saat diinjak.

Tetapi, atap rumah dengan bahan tanah liat sangat mudah terkena jamur atau pun lumut yang akan menjadikan atap rumah terlihat kusam. Untuk memasang genteng tanah liat sangat diperlukan ketelitian yang tinggi serta perlengkapan rangka atap yang kuat sehingga tiap genteng akan saling mengikat rapat dengan tujuan untuk menghindari timbulnya celah yang akan mengakibatkan terjadinya kebocoran di dalam rumah saat terjadi hujan dan untuk menahan tiupan atau hembusan badai angin.

3. Atap Genteng Metal Atap genteng metal merupakan sebuah terobosan baru dari atap rumah yang cukup diminati oleh sebagian kalangan masyarakat. Jenis atap ini terbuat dari sejenis bahan anti karat yang ringan yang dapat memantulkan panas dan dapat dibentuk dalam berbagai motif sesuai dengan keinginan pemilik rumah.

Atap genteng metal memiliki ukuran yang sangat lebar dan memiliki kualitas yang sangat baik yang dapat dipasang di semua bagian rumah. Genteng metal dikenal sebagai atap rumah yang anti karat dan terbebas dari jamur yang akan memberikan keamanan rumah dari kebocoran. Harga atap genteng metal sangat mahal dan diperlukan tingkat ketelitian yang sangat tinggi saat pemasangannya.

4. Atap Asbes Atap rumah dari bahan asbes memiliki biaya yang relatif murah sehingga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Atap asbes mampu menahan suhu panas sehingga membuat suasana di dalam rumah terasa dingin.

Selain itu, jenis atap ini juga dapat digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama dan tahan terhadap api serta angin. Beberapa penelitian menyatakan bahwa rumah yang menggunakan atap dari bahan asbes dapat memicu penyakit kanker paru – paru terhadap penghuninya. Dan jenis atap ini sangat mudah terkena jamur sehingga warna asbes akan menjadi sangat kusam bahkan terkesan hitam.

5. Atap Seng Seng menjadi pilihan alternatif sebagai atap rumah dengan biaya yang rendah. Jenis atap ini memiliki berat yang paling ringan di antara bahan atap rumah rumah lainnya serta ukuran yang sangat lebar.

Atap seng banyak digunakan oleh perumahan di pedesaan atau kalangan masyarakat ekonomi bawah dan memiliki biaya perawatan atau perbaikan yang relatif rendah. Atap seng sangat mudah menghantarkan panas sehingga uap panas dari seng akan terpantul ke dalam rumah yang akan menimbulkan suasana gersang. Selain itu, atap seng juga memiliki ketahanan yang rendah terhadap perubahan cuaca sehingga sangat rentan terkena karat dengan tingkat kebocoran yang sangat tinggi.

6. Atap Genteng Beton Banyak rumah – rumah minimalis dan mewah yang menggunakan atap genteng beton. Jenis atap ini terbuat dari bahan semen yang mengandung serat dan bahan aditif tertentu yang dikombinasikan dengan tulangan besi.

Jenis atap ini sangat tahan lama serta membutuhkan biaya perawatan atau perbaikan yang relatif rendah. Namun, atap genteng beton tidak terlalu kuat terhadap perubahan cuaca yang mengakibatkan lapisan genteng beton terpecah. Di samping itu, pemasangan atap dengan bahan genteng beton juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan menggunakan bahan yang berat.

7. Atap Keramik Atap keramik sangat cocok digunakan pada rumah dengan desain gaya italia atau spanyol. Jenis atap ini sangat terkenal ramah lingkungan yang memiliki sistem intelock (saling mengikat) yang kuat. Selain itu, Atap keramik juga dikenal memiliki ketahanan yang tinggi terhadap perubahan cuaca (terutama panas) dan anti jamur.

Dibalik kemewahan yang ditampilkan, Atap keramik tidak kuat untuk diinjak dan sangat mudah pecah. Biaya perawatan atap ini juga sangat tinggi dengan proses pemasangan yang sedikit rumit. Jenis atap ini hanya dapat terpasang dengan menggunakan baut khusus pada kemiringan maksimal 30 derajat agar aliran air dari atap rumah dapat mengalir dengan lancar dan untuk mencegah kebocoran.

8. Atap dari Material Aspal Jenis atap ini terbuat dari fiberglass dan aspal yang dilapisi dengan mineral. Atap rumah dengan material aspal tersedia dalam dua pilihan model yang berbeda, yaitu : datar dan bergelombang.

Pemasangan atap aspal dengan model bergelombang harus disekrup ke balok gording sedangkan untuk model yang datar hanya ditempelkan pada rangka yang multipleks. Atap dari material aspal memiliki banyak pilihan warna dan memiliki berat yang sangat ringan. Selain itu, atap jenis ini juga sangat terkenal anti jamur dengan warna yang tidak mudah pudar dan dapat dipasang pada kemiringan hingga 90 derajat. Harga atap dari material aspal masih sangat mahal. Selain itu, Jenis atap ini terkenal sebagai atap yang tidak ramah lingkungan karena adanya kandungan zat petroleum dalam proses pembuatan atap tersebut.

9. Atap Ijuk Atap ijuk merupakan jenis atap rumah yang terbuat dari tanaman aren. Rumah yang menggunakan atap ijuk akan terlihat sangat alami dan terkesan segar. Selain itu, atap ijuk juga dapat menahan panas dan mampu menjaga suhu di dalam rumah tetap segar. Penggunaan atap ijuk memiliki resiko yang sangat besar.

Bahan ijuk sangat mudah terbakar dan rentan akan kebocoran. Meskipun biaya perawatan atap ijuk relatif kecil namun penggantian atap ijuk yang rusak akan membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Semoga ulasan singkat mengenai macam – macam bahan atap rumah di atas dapat menjadi referensi atap rumah yang akan digunakan dan sesuai dengan kondisi keuangan dan rumah yang anda inginkan.